Breaking News
Home / Berita Kampus / FEBI UIN Walisongo Menghadirkan “ Guest Lecture” dari University Kebangsaan Malaysia
FEBI UIN Walisongo Menghadirkan “ Guest Lecture” dari University Kebangsaan Malaysia

FEBI UIN Walisongo Menghadirkan “ Guest Lecture” dari University Kebangsaan Malaysia

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan Diskusi Dosen yang rutin diselenggarakan 2 minggu sekali . Kegiatan diskusi dosen dilaksanakan pada Pukul 14.30 – 16.00 WIB di Gedung H Ruang HI Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang (11/01). Kegiatan Diskusi Dosen kali ini mengundang narasumber dari Perguruan Tinggi luar negeri, hal tersebut dimaksudkan untuk berbagi pengetahuan serta berbagi pengalaman yang dimiliki oleh salah satu guru besar dari University Kebangsaan Malaysia.Tema yang disajikan beragam disesuaikan dengan bidang yang dimiliki narasumber.Dengan berbagai pengetahuan ini diharapkan akan tumbuh wawasan yang luas pada diri dosen, sehingga para dosen akan mengetahui ilmu-ilmu lain di luar bidangnya.

Pada Diskusi Ilmiah Dosen hari Rabu, 11 Januari 2017,Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam mengundang “Guest Lecture”. Sebagai narasumber adalah Prof.Dr.Jamal Othman dari Faculty Of Economics and Management University
Kebangsaan Malaysia. Beliau menfokuskan area penelitian pada Economic Valuation of Environmental Resources, Modelling the Economy and Environment Linkages, Commodity Market and Trade, Factor Market and Rural Economics.

Dalam kesempatan Diskusi Ilmiah Dosen kali Ini narasumber membahas topik tentang Ekonomi Makro dan Ekonomi Syariah,beliau mengungkapkan bahwa ekonomi syariah sangat “ subur” akan tetapi ekonomi syariah saat ini masih jauh dari ekonomi syariah yang murni ( sesuai dengan prinsipprinsip syariah). Ekonomi syariah masih sebatas prepektif/ kerangka-kerangka berpikir sehingga diperlukan riset-riset dibidang ini.
Dari kacamata ekonomi makro beliau juga menyoroti bahwa kesejahteraan tidak dapat diukur dari hasil keuntungan,
GDP tujuannya hanya untuk “mengukur” bukan untuk melihat kualitas suatu negara misalnya kualitas Sumber Daya Manusia. “Ekonomi adalah satu kesatuan sistem bukan terpisah-pisah ( partial),yang mesti dicapai bukan pertumbuhan ekonomi tapi ketahanan ekonomi serta keseimbangan ekonomi” ungkap beliau.

Beliau juga memberikan masukan tentang jurnal di FEBI UIN Walisongo: Bahwa jurnal itu jangka waktunya panjang “ long time” untuk itu harus percaya diri bahwa nantinya akan terindeks sesuai yang diinginkan, yang penting kita publish secara kontinyu dan Insya allah indeks akan datang. Kita bisa bekerja sama melakukan penelitian dosen secara kolaboratif antara FEBI UIN Walisongo dengan Faculty Of Economics and Management University Kebangsaan Malaysia

Dalam diskusi dosen ini terlihat antusiasme dari Bapak/Ibu dosen peserta diskusi terhadap tema yang disajikan. Banyak pertanyaan dan masukan yang diajukan dalam diskusi tersebut diantaranya adalah : Bagaimana peran negara di dalam mengembangkan ekonomi syariah , Model pendidikan ekonomi syariah di Malaysia Agar terjadi keselarasan antara knowledge yang di ajarkan pada Perguruan Tinggi dengan dunia kerja, serta wacana Masih ada kemungkinan perubahan ke uang emas dan terakhir isu finance.

Prof Jamal : Kesenjangan Ekonomi sangat jelas untuk itulah pemerintah pada tahun 1971 memulai memunculkan formula / pola yaitu Ekonomi Islam. Model pendidikan di Malaysia muncul dari pengamatan lalu kemudian dilakukan riset / penelitian.Tidak ada exchange rate yang ada adalah harga barang itu sendiri, Uang dipakai secara aktif, uang tidak boleh memperoleh uang secara pasif tetapi secara aktif,di dalam syariah uang sebagai pengukur nilai.Tidak ada pembahasan/ wacana yang konsisten tentang perubahan mata uang. Acara diskusi dosen selesai pada pukul 16.00 WIB dan ditutup dengan foto bersama segenap dosen dan pimpinan FEBI UIN Walisongo Semarang

About Admin Prodi EI Pasca || UIN Walisongo Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*